Digitalisasi Menjamur, Pengunjung Pasar Buku Wilis Menurun

Bagi Anda yang suka membaca atau mengoleksi buku-buku jadul, bekas, maupun baru, Pasar Buku Wilis patut Anda masukkan ke daftar kunjungan Anda.

Kesuksesan yang Berasal dari Tongkrongan

Apakah Anda pernah mendengar jika ada sebuah kebiasaan yang buruk dapat mengubah hidup seseorang? Ya, terkadang kita jarang percaya akan hal itu atau bahkan sampai dipandang sebelah mata orang lain. Tetapi apakah anda percaya jika orang tersebut sekarang memiliki usaha bisnis yang sudah berkembang hingga menjadi CV? Ini adalah kisah dari Rigel Dwi Setiawan, pemuda berusia 27 tahun.

Nyampah di Buangdisini.id Aja, Sampah Jadi Uang

Masalah sampah memang tak kunjung usai hingga saat ini, apalagi sampah plastik. Hampir dari setiap aktifitas kita mengunakan plastik. Namun, bukan berarti tak bisa dikendalikan. Perusahaan rintisan tiga anak muda mahasiswa Universitas Brawijaya, Buangdisini, mencoba mengatasi masalah dengan melalui aplikasi.

Retinol dan Cara Penggunaan yang Tepat

Retinol adalah bahan kandungan senyawa aktif dari vitamin A. Bahan ini biasanya digunakan untuk mengobati masalah kulit, seperti jerawat, memperbaiki tekstur kulit, hingga dapat mencegah penuaan dini.Namun, penggunaan bahan aktif seperti retinol ini harus digunakan sesuai aturan lho! Agar kulit terhindar dari iritasi dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Pelajar Ingin Dishub Malang Jadikan Bus Macito Sebagai ‘Bus Halokes’

Kehadiran bus wisata Malang City Tour atau yang biasa disebut Macito ini menjadi perhatian masyarakat atau wisatawan dari luar daerah yang datang ke Malang. Pasalnya, penumpang bisa menikmati keindahan di sejumlah ruas jalan kota Malang yang mempunyai nilai sejarah selama 40 menit secara gratis.

Jumat, 21 Oktober 2022

Pose ‘Klise’ Seniman Saat Menggambar

Ilustrasi seseorang melakukan Sight-Size saat melukis. (Foto: DRAWPAINTSCLUPT)

Pernahkah anda melihat ketika seseorang pelukis memegang kuas atau pensil mereka dengan tangan merenggang, lurus di depan wajah sambil mengedipkan salah satu mata mereka, fokus tertuju tepat pada alat yang mereka pegang? Pose seniman yang sangat mainstream bagi pandangan masyarakat umum. Namun apa maksud mereka melakukan pose peregangan tersebut?

Pose yang mereka lakukan disebut sebagai teknik menggambar yang disebut Sighting Techniques. Sighting Techniques atau Sight-Size adalah metode dimana para seniman menggambar dengan ketinggian dan lebar yang sama dengan objek asli yang mereka gambar dengan menggunakan acuan ukuran alat yang mereka pegang, pensil, kuas atau ibu jari.

Saat menggambar secara langsung, sangat sulit bahkan tidak memungkinkan untuk menggambar garis gridline atau garis kotak-kotak yang berfungsi membantu menggambar secara simetris. Disinilah seniman menggunakan Sighting Techniques, hanya dengan pensil untuk mengukur jarak tiap objek yang akan digambar.

Metode ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mengukur jarak antara seluruh objek yang akan digambar. Dengan melakukan sighting, para seniman akan dapat lebih mudah mengukur proporsi, perspektif, dan sudut tiap objek maupun latar belakang seakurat mungkin. Selain itu, mengedipkan salah satu mata pada saat menerapkan teknik ini bertujuan untuk tidak menciptakan penglihatan stereoskopik. Penglihatan stereoskopik merupakan keseluruhan dari 2 gambaran dari mata kita yang dijadikan satu dan menghasilkan gambaran berupa 3 dimensi di otak kita. Hal ini tidak diperlukan dalam Sight-Size karena teknik ini digunakan saat ingin mentransfer gambaran 3D ke dalam 2D.

Ilustrasi penerapan Sightting-Size. (Foto: THEVIRTUALINSTRUCTOR)

Sight-Size merupakan metode yang sangat bermanfaat untuk dipelajari dikarenakan metode ini dapat membantu seniman melihat secara objektif apa dan bagaimana cara menggambar objek secara langsung dengan membandingkan secara langsung pada referensi tersebut. Penggunaan teknik Sight-Size jika dilakukan melalui traditional art –menggambar menggunakan media tradisional seperti kanvas, pensil, penghapus, arang, dll– akan menghasilkan gambar yang perfeksionis. Namun seperti yang dikutip dari website Artist Network bahwa “Teknik ini memberikan anda gambaran yang sempurna, namun teknik ini hanya untuk seniman yang paling sabar dan tekun.” Hal ini dapat diartikan bahwa teknik ini sangat memakan waktu lama, tidak hanya harus memperhatikan ukuran persis tiap objek, seniman juga harus teliti akan proporsi, posisi, sudut dan ruang negatif tiap objek.

Lalu bagaimana cara menentukan proporsi objek yang ‘sempurna’ tanpa memakan waktu yang lama? Terdapat cara lain dalam menggambar menggunakan teknik Sight-Size yang tidak berkutat dengan mengikuti bantuan grindline yaitu menggambar dari luar ke dalam atau outside in. Inti dari teknik ini adalah menemukan bentuk sederhana tiap objek dan barulah menambahkan detail-detail yang diperlukan.

Dalam menggambar, proporsi dan sudut adalah hal yang sangat penting untuk dikuasai. Oleh karena itu pose umum seniman yang meregangkan tangan mereka ini bukanlah pose yang mereka lakukan hanya untuk memamerkan gaya melainkan teknik yang sudah berjalan sejak berabad-abad dan masih terus berlanjut hingga sekarang.


Reporter: Laurensia Sekar Ayu Kinanthi

Editor: Novia Putri Callista

Ingin Jadi Cosplayer? Simak Beberapa Tips Ini Yuk!

Cosplayer. (Foto: Instagram @virlywa_).


Pernahkah kalian mendatangi event Jejepangan seperti Japan Matsuri atau Comifuro yang diadakan pada bulan September lalu? Jika pernah, kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan “Cosplay” dan “Cosplayer”

Cosplay berasal dari kata “costume” dan “play” yang berarti permainan kostum. Cosplay sendiri adalah kegiatan dan seni pertunjukan para peserta yang biasa disebut “Cosplayer” dengan memakai kostum dan aksesoris yang mewakili suatu karakter komik, anime, ataupun karakter game

Kamu ingin mencoba menjadi cosplayer tapi tidak percaya diri dan tidak tahu apa saja yang harus dilakukan? Untuk menjadi cosplayer, tidak perlu memikirkan siapa dan seperti apa bentuk tubuh kamu, semua orang memiliki kebebasan untuk berperan dan mengenakan kostum yang sama dengan karakter idola kamu. Meskipun demikian, ada beberapa tips yang perlu kamu ketahui sebelum menjadi seorang cosplayer. Mau tahu tips-tipsnya? Simak poin-poin berikut, Minna!


Memilih Karakter Yang Sesuai

Sebagai cosplayer, kamu harus memilih karakter yang tepat dan sesuai dengan keinginan agar terlihat lebih nyaman dan tidak kaku. Tipsnya adalah dengan memilih chara atau karakter yang paling mendekati diri kamu atau karakter yang kamu kenal dengan baik, hal tersebut dapat membantu kamu untuk menyesuaikan dengan aksesoris pendukung ataupun kostum dengan diri minna sendiri, lho! Selain itu, jika kamu memerankan chara atau karakter yang kamu kenal, kamu akan merasa senang untuk memerankan karakter tersebut. 

Untuk kostumnya sendiri, minna bisa menyewa atau biasa disebut rental kostum di beberapa penyedia kostum melalui sosial media seperti akun instagram @hana.cosrent yang berlokasi di Wagir, Malang. Budget kostum dan aksesoris pendukung tiap karakter bisa berbeda-beda, jika minna baru memulai untuk cosplay, minna bisa mencari rental kostum dengan kisaran harga 70 ribu hingga 180 ribu. 


Cosplay Kaori Miyazono (Your Lie In April). (Foto: Instagram @virlywa_).


Wig dan Lensa Kontak

Wig dan softlens itu sangat penting untuk cosplayer. Biasanya ketika menyewa kostum sudah termasuk dengan wig-nya. Jadi hanya perlu membeli softlens yang sesuai dengan karakter yang ingin kita cosplay” ”, Jelas cosplayer yang berasal dari Malang, bernama Ochi. 

Jika kamu ingin memerankan karakter yang memiliki warna rambut terang seperti merah, pink, ungu, biru, dll. Kamu bisa mencarinya di toko online. Tetapi biasanya saat kamu menyewa kostum, kamu juga akan mendapatkan wig yang sesuai dengan karakter yang akan kamu perankan. 

Tidak nyaman ketika memakai wig? Jangan khawatir minna! kalau kamu tidak ingin menggunakan wig atau tidak nyaman menggunakan wig, kamu bisa mencoba untuk mencari karakter yang memiliki warna rambut yang sesuai dengan warna rambut yang kamu miliki. Jika kamu memiliki rambut berwarna hitam, kamu bisa memerankan karakter Nico Yazawa (Love Live!) untuk perempuan atau Levi Ackerman (Attack on Titan) untuk laki-laki. Minna hanya perlu menonton tutorial dari platform youtube untuk men-stylish rambut agar terlihat semakin mirip. 

Selain wig, lensa kontak atau softlens juga sangat penting untuk membuat penampilan kita sesuai dengan karakter yang akan kita perankan serta terlihat semakin mendalami peran karakter tersebut, minna!


Skill Makeup

Kemampuan makeup kita saat cosplay juga sangat diperlukan, lho! Seperti yang dikatakan oleh cosplayer yang bernama Ochi, “Makeup itu juga sangat penting, karena kalau tidak memakai makeup tidak bisa maksimal dalam memerankan karakter yang diperankan”. Penggunaan makeup juga harus sesuai dengan karakter yang kita perankan seperti, riasan mata dan bibir harus memakai warna yang sesuai dengan karakter yang ingin kamu perankan. Oh iya, jangan lupa untuk membawa makeup kit untuk touch up saat event ya, minna!


Mental dan Percaya Diri

Ini adalah hal yang sangat penting untuk para cosplayer ketahui. Pada saat kita cosplay, kamu harus memiliki mental yang kuat dan percaya diri yang tinggi. Percaya diri yang tinggi dibutuhkan agar tidak terlihat kaku dan terlihat lebih nyaman saat memerankan karakter. Mental yang kuat diperlukan karena saat menjadi cosplayer, tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan komentar negatif jika kita tidak sesuai dengan karakter yang diperankan atau tidak sesuai dengan ekspektasi para penggemar. 


Segitu dulu tipsnya, minna! Semoga dapat membantu kamu yang ingin mencoba menjadi cosplayer. Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bersikap ramah saat mengikuti event cosplay ya, minna! 




Reporter: Riema Yuli Nur Salsabila

Editor: Sofa Wahyu Ardhina


Omah Munir, Mengenal Sosok Yang Dihabisi di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Potret seorang mahasiswi melihat beberapa karya dari Munir. (Foto: Instagram @museum_ham_munir).


Batu | Jika berkunjung ke kota Batu, pastinya hal pertama yang ada di pikiran Anda yakni wisata petik apel, Jatim Park, atau Museum Angkut. Namun, apakah Anda pernah mendengar tentang Museum HAM Munir?


Tak ada salahnya Anda mengunjungi museum yang didirikan pada tahun 2013 ini. Museum HAM Munir awalnya didirikan dengan nama Museum HAM Omah Munir oleh Yayasan Hak Asasi Manusia Omah Munir di kota Batu, Jawa Timur, tempat lahir dan besarnya Munir. 


Museum Hak Asasi Manusia Munir terinspirasi oleh kehidupan dan karya Munir Said Thalib, seorang pembela hak asasi manusia Indonesia yang mendedikasikan hidupnya untuk membela hak-hak korban dan penyintas hak asasi manusia dan untuk mengakhiri impunitas para pelanggar hak asasi manusia di Indonesia.


Mengulik beberapa aktivitasnya di masa lampau, Munir pernah melakukan kegiatan advokasi untuk beberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia, di antaranya pembunuhan Marsinah, seorang pemimpin buruh dari Jawa Timur (1992); penculikan paksa dan penghilangan aktivis pro-demokrasi (1997-1998); Pembantaian Tanjung Priok (1994-1998); dan pembunuhan aktivis pro-demokrasi selama transisi politik 1998 (1998-1999). Munir juga melakukan advokasi kasus pelanggaran HAM di Aceh, Papua, dan Timor Leste.


Pada tahun 2004, Munir dibunuh dengan racun arsenik dan meninggal dalam penerbangan Garuda dari Jakarta ke Amsterdam di mana ia berencana untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana. 


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Tim Pencari Fakta Independen pada tahun 2004 untuk menyelidiki pembunuhan Munir. Tim tersebut menyelesaikan penyelidikan dan menyerahkan laporannya kepada Presiden pada tahun 2005. Namun, hingga saat ini, aktor di balik pembunuhan Munir masih diselimuti misteri.


Situasi para pengunjung melihat beberapa kasus yang ditangani oleh Munir. (Foto: Instagram @museum_ham_munir).


Pendirian Museum ini bertujuan untuk memajukan pendidikan HAM bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda untuk membina warga negara yang cinta damai dan menghormati HAM, serta menjunjung tinggi prinsip toleransi dan kesetaraan.


Museum HAM Munir akan melaksanakan program pendidikan hak asasi manusia melalui pameran di museum, publikasi modul pengajaran dan buku, pelatihan, diskusi, dan kegiatan seni.


Saat ini, Museum HAM Munir berupaya menjadi pusat pendidikan HAM di Asia Tenggara.



Reporter: Alda Imroatul Istifaiyah

Editor: Sofa Wahyu Ardhina


Selasa, 11 Oktober 2022

Penjual Aksesori Unik Bernuansa Nusantara di Malang Night Market Klojen

Stand Maargaleri yang terletak di Malang Night Market di Jalan Kyai Tamin, Klojen, Kota Malang. (Foto: Aurellia Marsya)


Malang | Malam minggu kurang afdol rasanya jika hanya berdiam di rumah saja, apalagi bagi remaja malam minggu merupakan malam yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka. Pada malam minggu alangkah baiknya jika mengunjungi tempat-tempat yang ramai dan unik.


Sudah banyak tempat-tempat makanan seperti angkringan atau kafe yang bisa didatangi oleh remaja. Tetapi bagaimana jika hanya tempat-tempat seperti kafe atau angkringan yang mereka kunjungi? Tenang saja Kota Malang menyediakan tempat yang unik dengan suasana yang berbeda dan bisa menjadi pengalaman yang seru nantinya.


Beberapa turis dan pelanggan lokal yang membeli gelang dan cincin di stand Maargaleri. (Foto: Dokumentasi Maargaleri).


Stand Maargaleri merupakan stand aksesori yang menjual gelang, kalung, cincin, dan kain songket dengan nuansa otentik nusantara. Hal ini dapat dilihat dari penataan produk-produk menggunakan kain songket dan ornamen kayu khas Indonesia.


Stand Maargaleri sendiri terletak di Malang Night Market di Jalan Kyai Tamin, Klojen, Kota Malang dan dibuka pukul 18.00 WIB sampai 22.00 WIB. 


Hal yang membuat Maargaleri menarik yaitu para pelanggan dapat memesan khusus setiap produk yang akan dibeli. Tengok saja Nadya Tasya Kamila, 20, memilih tali warna biru muda dengan pernak pernik inisial nama berwarna putih. Setelah Nadya menentukan warna kemudian Septyan, penjual aksesori, mulai berkarya dengan membuat simpul di bagian kedua ujung tali. Lalu meronce monte dari huruf N. Pembuatannya pun hanya membutuhkan waktu 10 menit sampai 15 menit saja.


Harga yang ditawarkan pun berbeda-beda tergantung tingkat kesulitan pengerjaan dan bahan yang digunakan. Mulai dari delapan ribu hingga 75 ribu rupiah. Tak hanya remaja, orang dewasa hingga orang tua pun tertarik untuk mengunjungi stand Maargaleri. Bahkan banyak turis yang tertarik dengan stand Maargaleri karena memberikan kesan yang berbeda dengan nuansa otentik nusantara, berbeda dari stand-stand lainnya yang hanya menjual makanan atau minuman.


Stand Maargaleri hampir tidak pernah sepi karena keunikannya yang membuat pengunjung terus mengunjungi stand Maargaleri. Nadya, salah seorang pembeli gelang dari Maargaleri mengaku tertarik dan merasa puas dengan gelang hasil buatan Maargaleri.


“Pertama kali liat gelang-gelangnya lucu dan juga ternyata bisa custom jadi tertarik buat beli. Harganya pun menurut saya murah untuk gelang custom seperti ini,” ungkapnya.



Reporter: Aurellia Marsya

Editor: Rizky Agung Bintara

 








Pelajar Ingin Dishub Malang Jadikan Bus Macito Sebagai ‘Bus Halokes’


Bus Macito yang menunggu penumpang datang.(Foto: Rafaeyz Adventures).



Malang | Kehadiran bus wisata Malang City Tour  atau yang biasa disebut Macito ini menjadi perhatian masyarakat atau wisatawan dari luar daerah yang datang ke Malang. Pasalnya, penumpang bisa menikmati keindahan di sejumlah ruas jalan kota Malang yang mempunyai nilai sejarah selama 40 menit secara gratis. 


Pada hari Sabtu dan Minggu bus Macito ini beroperasi mulai pukul 13.00 sampai dengan 20.00 WIB. Bagi warga yang berminat untuk naik bus ini dapat menuggu di Jalan Majapahit Kecamatan Klojen, Kota Malang di depan eks kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.


Namun, hal ini perlu perhatian lebih dari Dinas Perhubungan Kota Malang, karena Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan yang banyak sekali para pelajar dari luar daerah. Sehingga menyebabkan kemacetan, apalagi setiap pagi pada hari biasa sering terjadi kemacetan di beberapa jalan di kota malang yang disebabkan oleh banyaknya pengendara sepeda motor yang hendak berangkat pergi kerja atau sekolah yang melewati jalan tersebut. 

Dua unit bus sekolah yang sepi penumpang di Jalan Gajahmada Kec. Klojen, Kota Malang. (Foto: Diyah Ayu Setyowati).


Salah satu mahasiswa Universitas di Malang menginginkan bus Macito digunakan juga sebagai bus sekolah. Selain bertujuan untuk mengurangi kemacetan juga bisa untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor atau lainya. 


“Sebenarnya, saya ingin menyampaikan kepada Kepala Bidang Angkutan, Dinas Perhubungan Kota Malang untuk menjadikan bus Macito sebagai bus sekolah yang beroperasi setiap hari untuk menjemput pelajar khususnya mahasiswa dan mengantarkan ke kampus masing-masing. Dengan kapasitas 23 orang setiap Bus mungkin ini akan mengurangi adanya kemacetan dan polusi udara,” ujar Anis, mahasiswa, Sabtu (1/10/22).


Penggunaan bus Macito yang hanya dioperasikan pada weekend sudah banyak peminatnya. Tapi mungkinkah peminat bus Macito yang dijadikan sebagai bus sekolah akan lebih banyak peminatnya? Mungkin saja iya, karena banyak sekali para pelajar atau mahasiswa yang sadar akan banyaknya polusi udara di kota Malang dan kemacetan yang terjadi sepanjang jalan. Sehingga mereka lebih memilih menggunakan angkutan umum dari pada kendaraan pribadi mereka.



Reporter: Diah Ayu Setyowati

Editor: Muhammad Faris Taufiqul Hakim


Digitalisasi Menjamur, Pengunjung Pasar Buku Wilis Menurun



Kondisi Pasar Buku Wilis yang tengah sepi pengunjung. (Foto: Alda Imroatul Istifaiyah).


Malang| Bagi Anda yang suka membaca atau mengoleksi buku-buku jadul, bekas, maupun baru, Pasar Buku Wilis patut Anda masukkan ke daftar kunjungan Anda. 

Pasar Buku Wilis adalah pasar yang khusus menjual berbagai jenis buku. Pasar ini terletak di Jalan Simpang Wilis Indah, Malang, Jawa Timur. Tempat ini menyediakan buku, mulai dari buku-buku jadul, bekas, hingga baru hampir semuanya ada. Pasar Buku Wilis sendiri mempunyai beberapa kios pedagang buku yang bisa dijumpai. Kebanyakan para pedagang menjual buku-buku pengetahuan umum, sains, terjemahan, buku sekolah, perguruan tinggi, hingga novel dan komik. 

Bukan hanya variasi buku yang menjadi keunggulan di sini. Namun, pelanggan juga dapat menawar buku dengan harga terjangkau. Hal yang susah dilakukan saat berbelanja lewat aplikasi e-commerce.

Pengunjung bukan hanya bertujuan untuk membeli buku di sini. Namun, ada juga yang berkunjung untuk menjual koleksi buku pribadi mereka kepada pedagang di Pasar Buku Wilis. 

Keunikan lain juga terdapat pada kios-kios yang jika tidak memiliki buku yang sedang dicari oleh pelanggan, maka kios tersebut akan bekerja sama dengan kios lainnya. Buku yang dijual di sini juga terjangkau. Pelanggan dapat membeli buku mulai dari lima ribu rupiah hingga 250 ribu rupiah.

Terlepas dari segala keunikan Pasar Buku Wilis, akhir-akhir ini para pedagang di Pasar Buku Wilis merasakan keresahan akibat era digitalisasi. Digitalisasi sendiri merupakan penggunaan teknologi digital guna mengubah model bisnis. Di era semua yang serba digital ini, ada beberapa pedagang buku yang terdampak akibat dari digitalisasi tersebut. 

"Karena era digitalisasi, pengunjung di sini jadi menurun," kata Arif Wahyudi yang merupakan salah satu pedagang buku di sana pada kami, Minggu (2/10).

Pengunjung yang rata-rata berasal dari mahasiswa menjadi turun akibat dari pandemi COVID-19. Walaupun PPKM sudah tidak diberlakukan, namun dengan adanya teknologi yang membuat buku bisa dibaca kapanpun dan dimanapun (e-book) membuat para pedagang agak susah mendapatkan pelanggan.

Arif berkata bahwa kebanyakan dari pelanggan hanya mencari buku-buku yang sulit dicari di tempat lain dan mereka juga mencari buku dengan harga murah. "Dari kalangan akademisi memang cepat menyesuaikan era digital, jadi pelanggan dari kalangan mereka menurun." Ia juga menyampaikan bahwa dari kalangan akademisi lebih memilih untuk berbelanja buku melalui aplikasi e-commerce daripada berbelanja langsung di tempat.

"Pengunjung masih, tapi memang sedikit. Penjualan juga ada, tapi menurun dari sebelum-sebelumnya," jelas Arif.

Keresahan lain juga kami temukan pada Suwardi, salah satu pedagang di sana, ia mengatakan, "Penjualan tetap ada, tapi mengalami penurunan." Kami lantas bertanya mengapa ia tidak menjual lewat aplikasi e-commerce saja, kemudian ia menjawab bahwa toko yang dimilikinya tidak mempunyai buku yang lengkap. 


Suwardi yang tengah menunggu pelanggan berkunjung ke kiosnya. (Foto: Alda Imroatul Istifaiyah).


Ia juga menyampaikan bahwa ada beberapa kios yang tutup lebih awal akibat dari menurunnya pengunjung. "Kadang kiosnya tutup lebih awal sebelum waktunya pasar tutup." Ia juga menambahkan bahwa selama pandemi, ada beberapa kios yang tetap buka walaupun tidak ada pengunjung.

Dinda Rizky, seorang mahasiswi yang kebetulan sedang mencari sebuah buku Pengantar Ekonomi Makro berkata, "Saya mencari buku di sini karena terkadang di sini lebih murah dari pada e-commerce dan di sini juga bisa ditawar."

Para pedagang juga ingin menyampaikan hal ini kepada Pemerintah Kota Malang yang diharapkan dapat memberikan solusi atas keresahan para pedagang di sini.


Reporter: Alda Imroatul Istifaiyah

Editor: Muhammad Faris Taufiqul Hakim


Pengaruh Pandemi dan Krisis Global Terhadap Penjualan Mebel


Hamdan, salah seorang pemilik Toko Mebel di Kota Malang. (Foto: Boby Zidane).


Malang | Krisis global yang tak menentu membuat pengusaha Mebel hampir di ujung tanduk. Belum juga pulih dari pandemi Covid-19, pedagang mebel juga sudah dihadapkan situasi global imbas dari perang Rusia-Ukraina. 


Perang Rusia-Ukraina telah membuat penjualan mebel mengalami penurunan yang sangat drastis. Kondisi ini masih bisa berlanjut dalam rentang waktu yang cukup lama, dikarenakan belum adanya tanda-tanda konflik berakhir yang berujung pada jual beli mebel di Eropa.

Toko Mebel Seng Ken Ken, Malang (Foto: Boby Zidane).


Mebel juga kadang membutuhkan bahan-bahan yang hanya bisa didapat melalui impor. Tetapi, dikarenakan krisis tersebut harga bahan-bahan yang dibutuhkan melonjak.

Bukan hanya itu, adanya kebijkan kenaikan harga BBM membuat ongkos pengiriman barang susah untuk ditentukan tarif nya. Para pekerja juga menuntut untuk diberi upah mingguan dikarenakan gaji harian saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. “Jika kita menaikan harga penjualan maka semakin hilang minat masyarakat kepada bisnis mebel,’’ ujar Hamdan.


“Bisa disimpulkan bahwa perang memberi dampak yang signifikan dalam perdagangan. Masyarakat lebih banyak menghabiskan uang untuk kebutuhan pokok, bukan untuk kebutuhan yang lain,” pungkas Hamdan. Dikarenakan pengeluaran untuk membeli gas dan listrik membengkak. Ia berharap perang lekas selesai, sehingga kondisi perdagangan global bisa lekas pulih.




Reporter: Boby Zidane

Editor: Ahmad Farrel Wahyu Firdaus