Digitalisasi Menjamur, Pengunjung Pasar Buku Wilis Menurun

Bagi Anda yang suka membaca atau mengoleksi buku-buku jadul, bekas, maupun baru, Pasar Buku Wilis patut Anda masukkan ke daftar kunjungan Anda.

Kesuksesan yang Berasal dari Tongkrongan

Apakah Anda pernah mendengar jika ada sebuah kebiasaan yang buruk dapat mengubah hidup seseorang? Ya, terkadang kita jarang percaya akan hal itu atau bahkan sampai dipandang sebelah mata orang lain. Tetapi apakah anda percaya jika orang tersebut sekarang memiliki usaha bisnis yang sudah berkembang hingga menjadi CV? Ini adalah kisah dari Rigel Dwi Setiawan, pemuda berusia 27 tahun.

Nyampah di Buangdisini.id Aja, Sampah Jadi Uang

Masalah sampah memang tak kunjung usai hingga saat ini, apalagi sampah plastik. Hampir dari setiap aktifitas kita mengunakan plastik. Namun, bukan berarti tak bisa dikendalikan. Perusahaan rintisan tiga anak muda mahasiswa Universitas Brawijaya, Buangdisini, mencoba mengatasi masalah dengan melalui aplikasi.

Retinol dan Cara Penggunaan yang Tepat

Retinol adalah bahan kandungan senyawa aktif dari vitamin A. Bahan ini biasanya digunakan untuk mengobati masalah kulit, seperti jerawat, memperbaiki tekstur kulit, hingga dapat mencegah penuaan dini.Namun, penggunaan bahan aktif seperti retinol ini harus digunakan sesuai aturan lho! Agar kulit terhindar dari iritasi dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Pelajar Ingin Dishub Malang Jadikan Bus Macito Sebagai ‘Bus Halokes’

Kehadiran bus wisata Malang City Tour atau yang biasa disebut Macito ini menjadi perhatian masyarakat atau wisatawan dari luar daerah yang datang ke Malang. Pasalnya, penumpang bisa menikmati keindahan di sejumlah ruas jalan kota Malang yang mempunyai nilai sejarah selama 40 menit secara gratis.

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2022

WORLD dan NLP Team Berpartisipasi Dalam Piala Presiden Esport 2022

 

Anggota dari WORLD yang terdiri dari (urut dari kiri) Donkey, Wann, Rekt, Oura,

dan Luminaire. (Sumber: KINCIR.com) 

WORLD dan NLP Team menjadi dua hal yang paling dibicarakan di scene MLBB Indonesia dua pekan ke belakang. Comebacknya para veteran yang menjadi panutan hampir seluruh penggemar MLBB menjadi faktor.

Seperti yang kita tahu, WORLD beserta NLP Team berisi pemain-pemain kelas satu pada masanya. NLP beranggotakan empat juara MPL ID S2 yakni Tuturu, Instinct, Liam, dan AyamJago yang dibantu oleh Emperor.Selanjutnya, WORLD yang diisi oleh mantan pemain EVOS Legend yang pernah menjuarai Mobile Legend Professional League (MPL) S4 sekaligus menjadi juara dunia di Mobile Legend Championship (M1).


Anggota NLP Team yang terdiri dari (urut dari kiri) Emperor, TUTURU, Liam, Instinct,

dan AyamJago. (Sumber: Esportsku.com)

Keikutsertaan WORLD dan NLP Team menimbulkan banyak tanggapan dari berbagai pihak. Ada yang menanggapinya dengan optimis dan ada juga yang ragu kalau mereka bisa memenangkan Piala Presiden Esport 2022 ini. Salah satunya Xinnn, yang merupakan pemain profesional dari tim RRQ ini memberikan tanggapan mengenai pemain legendaris yang ikut dalam Piala Presiden Esport 2022.

“Kalau cuman mau memeriahkan ya, bisa. Tapi kalau buat juara agak susah sih, bukan ga bisa tapi agak susah. Soalnya pada ga fokus disitu, kan. Kayak Donkey fokus sama keluarga, Oura juga, mereka ada lah main, tapi buat have fun aja kan.” kata pemain RRQ itu ketika ditanya netizen soal WORLD dan NLP Team.

Tak hanya Xinnn, mantan CEO EVOS Legend, DeanKT juga memberi tanggapan dan mengungkapkan kalau tim WORLD itu sudah izin untuk ikut Piala Presiden Esport 2022.

“ Sudah izin mereka, beberapa yang masih kontrak dengan EVOS sudah izin guys, dan apakah kalian excited guys melihat WORLD di M1 guys?” ujar DeanKT di channel youtube nya.

 

DeanKT yang merupakan mantan CEO EVOS Legend. (Sumber: GGWP.id)

Oura selaku anggota dari tim WORLD juga menjanjikan kepada penonton bahwa, kalau ia menang akan menyumbang sapi kepada yang membutuhkan. Namun, ia pesimis untuk bisa membawa timnya memenangkan Piala Presiden Esport 2022 ini.

“Ya, kalau menang, aku sumbangin 10 sapi. Kalau menang guys ya, dan ga mungkin juga sih kayaknya bisa menang.” ucapnya.

Banyak yang beranggapan bahwa popularitas dari Piala Presiden Esport 2022 ini akan jauh lebih menarik karena adanya pemain legendaris yang ikut dalam kejuaraan tersebut. Para fans dan penikmat Mobile Legend terutama di scene kompetitif banyak yang berharap kalau mereka bisa mengalahkan tim MPL saat ini. Mereka sangat semangat mendukung kedua tim ini karena beranggotakan idola-idola mereka.


Reporter: Rizky Agung Bintara

Editor: Riema Yuli Nur Salsabila

Omah Munir, Mengenal Sosok Yang Dihabisi di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Potret seorang mahasiswi melihat beberapa karya dari Munir. (Foto: Instagram @museum_ham_munir).


Batu | Jika berkunjung ke kota Batu, pastinya hal pertama yang ada di pikiran Anda yakni wisata petik apel, Jatim Park, atau Museum Angkut. Namun, apakah Anda pernah mendengar tentang Museum HAM Munir?


Tak ada salahnya Anda mengunjungi museum yang didirikan pada tahun 2013 ini. Museum HAM Munir awalnya didirikan dengan nama Museum HAM Omah Munir oleh Yayasan Hak Asasi Manusia Omah Munir di kota Batu, Jawa Timur, tempat lahir dan besarnya Munir. 


Museum Hak Asasi Manusia Munir terinspirasi oleh kehidupan dan karya Munir Said Thalib, seorang pembela hak asasi manusia Indonesia yang mendedikasikan hidupnya untuk membela hak-hak korban dan penyintas hak asasi manusia dan untuk mengakhiri impunitas para pelanggar hak asasi manusia di Indonesia.


Mengulik beberapa aktivitasnya di masa lampau, Munir pernah melakukan kegiatan advokasi untuk beberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia, di antaranya pembunuhan Marsinah, seorang pemimpin buruh dari Jawa Timur (1992); penculikan paksa dan penghilangan aktivis pro-demokrasi (1997-1998); Pembantaian Tanjung Priok (1994-1998); dan pembunuhan aktivis pro-demokrasi selama transisi politik 1998 (1998-1999). Munir juga melakukan advokasi kasus pelanggaran HAM di Aceh, Papua, dan Timor Leste.


Pada tahun 2004, Munir dibunuh dengan racun arsenik dan meninggal dalam penerbangan Garuda dari Jakarta ke Amsterdam di mana ia berencana untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana. 


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Tim Pencari Fakta Independen pada tahun 2004 untuk menyelidiki pembunuhan Munir. Tim tersebut menyelesaikan penyelidikan dan menyerahkan laporannya kepada Presiden pada tahun 2005. Namun, hingga saat ini, aktor di balik pembunuhan Munir masih diselimuti misteri.


Situasi para pengunjung melihat beberapa kasus yang ditangani oleh Munir. (Foto: Instagram @museum_ham_munir).


Pendirian Museum ini bertujuan untuk memajukan pendidikan HAM bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda untuk membina warga negara yang cinta damai dan menghormati HAM, serta menjunjung tinggi prinsip toleransi dan kesetaraan.


Museum HAM Munir akan melaksanakan program pendidikan hak asasi manusia melalui pameran di museum, publikasi modul pengajaran dan buku, pelatihan, diskusi, dan kegiatan seni.


Saat ini, Museum HAM Munir berupaya menjadi pusat pendidikan HAM di Asia Tenggara.



Reporter: Alda Imroatul Istifaiyah

Editor: Sofa Wahyu Ardhina


Selasa, 11 Oktober 2022

Raih Banyak Kesuksesan Selama Pandemi, Inilah Pencapaian Hanzz di Berbagai Kompetisi


Kemenangan team LUNA di kompetisi kelas Karesidenan Kediri. (Foto: diambil oleh Hanzz (dua dari kiri)).


Kediri | Johan “Hanzz” Prastyo sedang berada di awang-awang. Bagaimana tidak, ia bersama LUNA Kediri berhasil melibas tim terkuat di kediri.


Ini merupakan pencapaian terbaik baginya mengingat Hanzz merupakan pemain yang aktif sejak maraknya Mobile Legend di tahun 2018. Ia lalu aktif di scene kompetitif sejak awal 2020 hingga saat ini. 


Hanzz mengaku bangga dengan pencapaian ini karena ini merupakan kali pertamanya mendapatkan juara 1 di turnamen Kediri. Ia juga mendapat piala dan uang tunai sebesar 1 juta rupiah dan merupakan pencapaian tertinggi untuk saat ini.


“Perasaan saya pasti banggalah, karena sejak mulai ikut turnamen, baru kali ini saya bisa mengalahkan tim terbaik di Kediri,” ungkapnya.


Sebelum mencapai itu, Hanzz juga pernah dan sering menduduki urutan kedua dan ketiga di banyak kompetisi dalam kota. Ia mendapatkan hal tersebut ketika berada di tim PHOENIXX dan Stallion. 

Tim PHOENIXX mendapatkan juara tiga di Event Mini Tournament Warkop. (Foto: @gamers_pare_profesional).


Hanzz juga mengungkapkan bahwa pencapaian ini tak luput dari peran Rizky “FoxesSky” Bintara selaku pelatih dari tim Stallion. Ia mengungkapkan bahwa Stallion merupakan tim pertama yang berhasil mengasah kemampuannya.


“Yang paling berpengaruh itu ketika diajak ikut tim Stallion, terutama FoxesSky (Pelatih), dimana dulu saya sulit untuk mengeksekusi strategi, sekarang kami berdua bahkan bisa beradu argumen ketika mabar,” pungkas Hanzz.


Hanzz mengaku masih belum puas atas pencapaian tersebut. Ia ingin meningkatkan kemampuannya untuk bisa bersaing di kelas provinsi bahkan kelas nasional. Ia juga berharap untuk bisa ikut Mobile Legend Professional League (MPL) atau liga teratas dari Mobile Legend.


"Menang di Karesidenan Kediri itu udah bagus sih, cuma ya masih belum puas aja, masih ingin lebih, kalau bisa juara provinsi dan kalau bisa juga ikut MPL, karena itu liga tertinggi Mobile Legend," ungkapnya. 


"Masa udah menang di tingkat lokal udah puas, udah pensiun, ya janganlah. Targetnya harus bisa improve dan menang di tingkat yang lebih tinggi," imbuh Hanzz. 

Hanzz (dua dari kiri) ketika bersama tim Roguish. (Foto: diambil oleh Hanzz).


Ia juga mengatakan bahwa untuk bisa sampai ke titik ini ia harus berpindah-pindah tim demi mendapatkan ilmu tentang strategi yang lebih luas lagi. Dengan begitu strategi yang akan digunakan untuk bertanding akan sulit ditebak oleh musuh dan ia bahkan akan mudah mengenali strategi lawan.


“Sebelum saya pindah tim dari Stallion, saya izin dulu kepada pelatih, karena dulu dia yang mengajak saya ikut di tim dan mengajari saya banyak hal. Saya juga bilang ke pelatih akan berbagi ilmu baru ketika berada di tim yang baru juga,” ucap laki-laki berusia 18 tahun tersebut.


Reporter: Rizky Agung Bintara

Editor: Aurellia Marsya