Digitalisasi Menjamur, Pengunjung Pasar Buku Wilis Menurun

Bagi Anda yang suka membaca atau mengoleksi buku-buku jadul, bekas, maupun baru, Pasar Buku Wilis patut Anda masukkan ke daftar kunjungan Anda.

Kesuksesan yang Berasal dari Tongkrongan

Apakah Anda pernah mendengar jika ada sebuah kebiasaan yang buruk dapat mengubah hidup seseorang? Ya, terkadang kita jarang percaya akan hal itu atau bahkan sampai dipandang sebelah mata orang lain. Tetapi apakah anda percaya jika orang tersebut sekarang memiliki usaha bisnis yang sudah berkembang hingga menjadi CV? Ini adalah kisah dari Rigel Dwi Setiawan, pemuda berusia 27 tahun.

Nyampah di Buangdisini.id Aja, Sampah Jadi Uang

Masalah sampah memang tak kunjung usai hingga saat ini, apalagi sampah plastik. Hampir dari setiap aktifitas kita mengunakan plastik. Namun, bukan berarti tak bisa dikendalikan. Perusahaan rintisan tiga anak muda mahasiswa Universitas Brawijaya, Buangdisini, mencoba mengatasi masalah dengan melalui aplikasi.

Retinol dan Cara Penggunaan yang Tepat

Retinol adalah bahan kandungan senyawa aktif dari vitamin A. Bahan ini biasanya digunakan untuk mengobati masalah kulit, seperti jerawat, memperbaiki tekstur kulit, hingga dapat mencegah penuaan dini.Namun, penggunaan bahan aktif seperti retinol ini harus digunakan sesuai aturan lho! Agar kulit terhindar dari iritasi dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Pelajar Ingin Dishub Malang Jadikan Bus Macito Sebagai ‘Bus Halokes’

Kehadiran bus wisata Malang City Tour atau yang biasa disebut Macito ini menjadi perhatian masyarakat atau wisatawan dari luar daerah yang datang ke Malang. Pasalnya, penumpang bisa menikmati keindahan di sejumlah ruas jalan kota Malang yang mempunyai nilai sejarah selama 40 menit secara gratis.

Selasa, 11 Oktober 2022

Pengaruh Pandemi dan Krisis Global Terhadap Penjualan Mebel


Hamdan, salah seorang pemilik Toko Mebel di Kota Malang. (Foto: Boby Zidane).


Malang | Krisis global yang tak menentu membuat pengusaha Mebel hampir di ujung tanduk. Belum juga pulih dari pandemi Covid-19, pedagang mebel juga sudah dihadapkan situasi global imbas dari perang Rusia-Ukraina. 


Perang Rusia-Ukraina telah membuat penjualan mebel mengalami penurunan yang sangat drastis. Kondisi ini masih bisa berlanjut dalam rentang waktu yang cukup lama, dikarenakan belum adanya tanda-tanda konflik berakhir yang berujung pada jual beli mebel di Eropa.

Toko Mebel Seng Ken Ken, Malang (Foto: Boby Zidane).


Mebel juga kadang membutuhkan bahan-bahan yang hanya bisa didapat melalui impor. Tetapi, dikarenakan krisis tersebut harga bahan-bahan yang dibutuhkan melonjak.

Bukan hanya itu, adanya kebijkan kenaikan harga BBM membuat ongkos pengiriman barang susah untuk ditentukan tarif nya. Para pekerja juga menuntut untuk diberi upah mingguan dikarenakan gaji harian saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. “Jika kita menaikan harga penjualan maka semakin hilang minat masyarakat kepada bisnis mebel,’’ ujar Hamdan.


“Bisa disimpulkan bahwa perang memberi dampak yang signifikan dalam perdagangan. Masyarakat lebih banyak menghabiskan uang untuk kebutuhan pokok, bukan untuk kebutuhan yang lain,” pungkas Hamdan. Dikarenakan pengeluaran untuk membeli gas dan listrik membengkak. Ia berharap perang lekas selesai, sehingga kondisi perdagangan global bisa lekas pulih.




Reporter: Boby Zidane

Editor: Ahmad Farrel Wahyu Firdaus



Raih Banyak Kesuksesan Selama Pandemi, Inilah Pencapaian Hanzz di Berbagai Kompetisi


Kemenangan team LUNA di kompetisi kelas Karesidenan Kediri. (Foto: diambil oleh Hanzz (dua dari kiri)).


Kediri | Johan “Hanzz” Prastyo sedang berada di awang-awang. Bagaimana tidak, ia bersama LUNA Kediri berhasil melibas tim terkuat di kediri.


Ini merupakan pencapaian terbaik baginya mengingat Hanzz merupakan pemain yang aktif sejak maraknya Mobile Legend di tahun 2018. Ia lalu aktif di scene kompetitif sejak awal 2020 hingga saat ini. 


Hanzz mengaku bangga dengan pencapaian ini karena ini merupakan kali pertamanya mendapatkan juara 1 di turnamen Kediri. Ia juga mendapat piala dan uang tunai sebesar 1 juta rupiah dan merupakan pencapaian tertinggi untuk saat ini.


“Perasaan saya pasti banggalah, karena sejak mulai ikut turnamen, baru kali ini saya bisa mengalahkan tim terbaik di Kediri,” ungkapnya.


Sebelum mencapai itu, Hanzz juga pernah dan sering menduduki urutan kedua dan ketiga di banyak kompetisi dalam kota. Ia mendapatkan hal tersebut ketika berada di tim PHOENIXX dan Stallion. 

Tim PHOENIXX mendapatkan juara tiga di Event Mini Tournament Warkop. (Foto: @gamers_pare_profesional).


Hanzz juga mengungkapkan bahwa pencapaian ini tak luput dari peran Rizky “FoxesSky” Bintara selaku pelatih dari tim Stallion. Ia mengungkapkan bahwa Stallion merupakan tim pertama yang berhasil mengasah kemampuannya.


“Yang paling berpengaruh itu ketika diajak ikut tim Stallion, terutama FoxesSky (Pelatih), dimana dulu saya sulit untuk mengeksekusi strategi, sekarang kami berdua bahkan bisa beradu argumen ketika mabar,” pungkas Hanzz.


Hanzz mengaku masih belum puas atas pencapaian tersebut. Ia ingin meningkatkan kemampuannya untuk bisa bersaing di kelas provinsi bahkan kelas nasional. Ia juga berharap untuk bisa ikut Mobile Legend Professional League (MPL) atau liga teratas dari Mobile Legend.


"Menang di Karesidenan Kediri itu udah bagus sih, cuma ya masih belum puas aja, masih ingin lebih, kalau bisa juara provinsi dan kalau bisa juga ikut MPL, karena itu liga tertinggi Mobile Legend," ungkapnya. 


"Masa udah menang di tingkat lokal udah puas, udah pensiun, ya janganlah. Targetnya harus bisa improve dan menang di tingkat yang lebih tinggi," imbuh Hanzz. 

Hanzz (dua dari kiri) ketika bersama tim Roguish. (Foto: diambil oleh Hanzz).


Ia juga mengatakan bahwa untuk bisa sampai ke titik ini ia harus berpindah-pindah tim demi mendapatkan ilmu tentang strategi yang lebih luas lagi. Dengan begitu strategi yang akan digunakan untuk bertanding akan sulit ditebak oleh musuh dan ia bahkan akan mudah mengenali strategi lawan.


“Sebelum saya pindah tim dari Stallion, saya izin dulu kepada pelatih, karena dulu dia yang mengajak saya ikut di tim dan mengajari saya banyak hal. Saya juga bilang ke pelatih akan berbagi ilmu baru ketika berada di tim yang baru juga,” ucap laki-laki berusia 18 tahun tersebut.


Reporter: Rizky Agung Bintara

Editor: Aurellia Marsya




Retinol dan Cara Penggunaan yang Tepat


Salah satu produk skincare yang mengandung retinol. (Foto: Shopee eiem.beauty).

Malang | Pasti kalian sudah tidak asing terhadap retinol yang biasanya terdapat di dalam kandungan skincaremu bukan? Retinol adalah bahan kandungan senyawa aktif dari vitamin A. Bahan ini biasanya digunakan untuk mengobati masalah kulit, seperti jerawat, memperbaiki tekstur kulit, hingga dapat mencegah penuaan dini. 

Namun, penggunaan bahan aktif seperti retinol ini harus digunakan sesuai aturan lho! Agar kulit terhindar dari iritasi dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Apa saja yang harus diperhatikan ketika mulai menggunakan retinol? Dan kira-kira apa saja sih manfaat dari penggunaan retinol secara rutin?


Dr. Herdina Permatasari (Dr. Devi) menjelaskan ke salah satu customer mengenai kondisi kesehatan kulit. (Foto: Salsabiela Rizky Putri).

“Untuk penggunaan awal, gunakanlah produk yang mengandung retinol dengan presentasi paling rendah yaitu sekitar 0,25% dan jumlah pemakaian yang sedikit. Kemudian, tunggu sekitar 3-5 hari untuk melihat reaksi kulitmu. Jika tidak menimbulkan reaksi yang parah, mulailah untuk mencoba menaikkan dosisnya sedikit demi sedikit.” Begitulah instruksi cara penggunaan awal yang diajarkan oleh Dr. Devi selaku manajer klinik Helwa Skincare.

Pemakaian retinol pada kulit harus hati-hati karena retinol merupakan bahan aktif yang bisa langsung memberikan efek samping terhadap kulit kita. Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Devi, “Retinol bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi pada wajah, kemerahan, dan membuat kulit kita menjadi sensitif terhadap matahari.” 

Retinol memang terkenal ampuh untuk menjaga kulit kita agar tetap awet muda. Tapi apa saja sih fungsi lain dari retinol?

Mengatasi Hiperpigmentasi

Salah satu fungsi retinol adalah untuk melawan hiperpigmentasi (bercak gelap pada kulit). Kandungan retinol dapat membuat kulitmu jadi lebih bersinar dan bitnik-bintik hitam di wajah akan berkurang. Ingat, jangan gunakan retinol bersamaan dengan vitamin C karena dapat menghilangkan manfaat dari retinol itu sendiri.

Mencegah Kerutan dan Penuaan Dini

Tretinoin merupakan salah satu jenis retinol yang sangat ampuh untuk mencegah munculnya garis-garis halus di kulit. Ini disebabkan karena tretinoin dapat meningkatkan produksi kolagen dan merangsang aliran darah di bawah kulit sehingga dapat menghasilkan kulit yang lebih sehat. 

Mengatasi Jerawat

Penggunaan retinol secara rutin dapat mengurangi peradangan yang terjadi pada kulit. Kandungan yang terdapat pada retinol juga dapat mengangkat sel kulit mati dan membuat pori-pori mengecil. Retinol dapat mengontrol produksi minyak pada kulit kita sehingga mengurangi penyumbatan pada pori-pori dan membuat jerawat jarang muncul.

Meskipun sudah mendapatkan izin resmi dari BPOM, penggunaan retinol tetap harus diperhatikan dan tidak boleh asal menggunakan. Ada beberapa cara pemakaian yang dianjurkan oleh Dr. Devi agar penggunaan retinol tetap aman bagi kulit kita. Pertama, menggunakan retinol pada usia 20 tahun ke atas. Kedua, memakai secara bertahap dan diberi jeda. Penggunaan retinol secara berlebihan bisa menyebabkan kulit kering dan kemerahan. Ketiga, gunakan retinol pada malam hari. Terakhir, selalu gunakan moisturizer dan sunscreen setelah menggunakan retinol pada esok paginya. Retinol sendiri dapat membuat kulit jadi lebih sensitif terhadap matahari, jadi sangat diajurkan untuk selalu memakai sunscreen di pagi dan siang hari.

Penggunaan retinol memang memiliki banyak manfaat bagi kulit kita. Tapi perlu diingat, jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, kita harus mengerti cara penggunaan yang tepat dan juga tetap memperhatikan efek sampingnya.


Reporter: Salsabiela Rizky Putri

Editor: Ahmad Farrel Wahyu Firdaus



Mengintip Strategi Pengusaha UMKM Rejoso Meregenerasi Bisnis Kerajinan Kayu

Wawancara dengan salah satu pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Rejoso, Kec. Junrejo, Batu. (Foto: Ahmad Farrel Wahyu Firdaus).

Batu | Diperkirakan sudah dirintis sejak 1970an, Sentra Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rejoso sendiri awalnya dikenal sebagai tempat pengrajin cobek batu di Kota Batu, namun seiring berjalannya  waktu banyak pengusaha UMKM di Rejoso yang meninggalkan bisnis tersebut dikarenakan kurangnya minat dan tidak adanya penerus dari generasi selanjutnya. Banyak pengusaha UMKM di Rejoso beralih ke kerajinan yang lebih mudah proses pembuatannya yaitu kerajinan alat-alat dapur dari kayu. 

Tunik sudah menjalankan usaha kerajinan kayu di Rejoso ini kurang lebih 24 tahun lamanya. Dalam perjalanan bisnisnya Tunik juga memberikan pengarahan dan pendampingan pada masyarakat sekitar terutama anak-anak muda yang pernah menjadi karyawannya untuk mendirikan usahanya sendiri. “Memperkenalkan bisnis ke anak-anak itu bukan hal mudah, tidak semua mau dan punya skill di bidang itu, jadi kita memang benar-benar butuh anak muda yang punya jiwa di bidang itu,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (01/10/2022). 

Tunik mengatakan bahwa membuat suatu usaha atau produk memang bukan hal yang mudah, anak-anak muda di Rejoso perlu diyakinkan terlebih dulu potensi dari bisnis ini. “Untuk membuat suatu kerajinan atau usaha itu memang diperlukan ketelatenan, jadi kita pahamkan mereka dulu. Jika mereka punya kerajinan atau produk, setidaknya mereka bisa menghasilkan uang setiap harinya, kalau jadi karyawan kan mereka harus menunggu gajian tiap bulan,” tuturnya. 

Tunik menjelaskan bahwa memberikan rasa nyaman dan senang merupakan hal yang terpenting dalam mengajak anak muda mengenal lebih dekat bisnis ini. “Kita senangkan mereka dulu, supaya mereka dengan sendirinya sadar, kita juga akan gali potensi dari anak-anak ini apakah sekiranya anak-anak ini kedepannya bisa menjadi wirausahawan muda, tapi itu semua juga tergantung dari pribadi anak-anak itu sendiri,’’ ungkapnya. Tunik mengungkapkan bahwa saat ini upaya untuk mengenalkan bisnis di kampung UMKM Rejoso menjadi lebih mudah. 

“Sekarang UMKM Rejoso sendiri sudah menjadi kampung wisata edukasi dan karena kita semua sering kumpul-kumpul setiap ada acara, mulai dari anak-anak kecil, remaja hingga orang dewasa, kita libatkan semua dari situlah banyak anak-anak muda yang kemudian sadar bahwa disini itu memang ada bisnis yang menjanjikan,” jawab Tunik ketika ditanya mengenai UMKM Rejoso. 

Terlepas dari itu memang meregenerasi bisnis di Rejoso juga memiliki tantangan tersendiri. “Kita butuh waktu dan pemikiran yang sangat spesial untuk anak-anak. Mulai dari skill kita dan tata SDM-nya. Pembelajaran untuk pelatihan dan pendampingan untuk anak-anak juga diperlukan usaha ekstra,” kata pemilik UD. Berkah Bu Tunik.


Reporter: Ahmad Farrel Wahyu Firdaus

Editor: Rizky Agung Bintara




Nyampah di Buangdisini.id Aja, Sampah Jadi Uang


Buangdisni.id, Aplikasi Penukaran Sampah Menjadi Uang. (Foto: Instagram Buangdisini.id)

Buangdisni.id, Aplikasi Penukaran Sampah Menjadi Uang. (Foto: Instagram Buangdisini.id)

Malang | Masalah sampah memang tak kunjung usai hingga saat ini, apalagi sampah plastik. Hampir dari setiap aktifitas kita mengunakan plastik. Namun, bukan berarti tak bisa dikendalikan. Perusahaan rintisan tiga anak muda mahasiswa Universitas Brawijaya, Buangdisini, mencoba mengatasi masalah dengan melalui aplikasi.

CO-Founder dan Chief Marketing Officer (CMO) Buangdisini, Konshika Koeswara yang kerap disapa Shiki mengatakan bahwa permasalahan sampah saat ini bukan lagi urgensi lokal melainkan sudah menjadi urgensi global. Hal ini juga memotivasi mereka untuk membangun startup yang bisa mengendalikan permasalahan ini.

“Jadi tu waktu itu (2017) lagi nge-trend climate change gitu sih sebenernya, memang kayak lagi digembur-gemburkan climate change jadi yaudah kayak kenapa kita gak ikut untuk meramaikan awareness kayak gitu, melihat bahwa sebenarnya climate change juga bukan urgensi lokal lagi, tapi itu memang urgensi global, cuman kita turunkan urgensi itu ditingkat lokal yaitu di Malang,” ujar Shiki dalam sesi wawancara di kantor Buangdisini.

Startup yang lahir pada 2017 ini juga memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk sadar dengan perubahan iklim. Harapannya masyarakat sadar akan dampak buat diri sendiri dan lingkungan mereka. Adapun pencapaian Buangdisini dari awal berdiri hingga saat ini adalah sudah memberikan kontribusi berupa membuat kegiatan peduli lingkungan, melakukan campaign, sosialisasi tentang lingkungan, menuntun 800 pemulung, dan mengolah 40 ton sampah plastik perbulannya.

C:\Users\CHANDRA\Downloads\IMG_20221006_050835_870.jpg

Seorang pemulung (kanan) menukarkan sampah di gudang pengolahan sampah milik Buangdisini. (Foto: Dokumentasi Buangdisini)

Buangdisini menemukan permasalahan sampah, yakni distribusi sampah yang sangat panjang. Ini menyebabkan sampah terkontaminasi sehingga harga perkilo sampah menjadi murah. Buangdisini berupaya untuk membuat distribusi yang cepat sehingga masyarakat termotivasi untuk memilah sampah dari rumah. Dengan melakukan itu bisa mengurangi tingkat peluang sampah terkontaminasi. Sehingga memiliki life span yang bagus tentu nilai jualnya akan berbeda.

“Bagi siapapun yang ingin menukarkan sampah di Buangdisini sangat mudah sekali ya, kalau sekarang kan kita belum launching aplikasi kita nih, jadi bisa langsung kontak kita di akun instagram kita aja. Kemudian drop ke kantor kita nanti kita tukar dengan uang,” lanjut Shiki.

Harapan Buangdisini untuk ke depannya mampu menerima semua jenis sampah yang memiliki value dan masyarakat nantinya juga akan mendapat keuntungan di sini. Harapan ini bertujuan untuk masyarakat dapat hidup lebih sustainable. Selain itu mereka juga akan melakukan perluasan service mereka tak hanya di Malang. 

“Harapannya si nantinya kita bisa nerima semua jenis sampah dan bisa expansion servis kita ke nasional si,” ujar Shiki 

Berkat kegiatan yang dilakukan, Buangdisini telah mendapatkan penghargaan diantaranya Asean Center of Entrepreneurship 2017, Young Enterpreneur Start-Up of Brawijaya University 2019, GITA award by Eramus+Programe of the Eropean Union 2020.



Reporter: Muhammad Faris Taufiqul Hakim
Editor: Aurellia Marsya














Kesuksesan yang Berasal dari Tongkrongan


 

Tampak depan dari outlet warkop brewok (Foto: Intan Mei Purwanti)


Malang | Apakah Anda pernah mendengar jika ada sebuah kebiasaan yang buruk dapat mengubah hidup seseorang? Ya, terkadang kita jarang percaya akan hal itu atau bahkan sampai dipandang sebelah mata orang lain. Tetapi apakah anda percaya jika orang tersebut sekarang memiliki usaha bisnis yang sudah berkembang hingga menjadi CV? Ini adalah kisah dari Rigel Dwi Setiawan, pemuda berusia 27 tahun. 


Rigel Dwi, pemuda asal Surabaya kelahiran 29 April 1995 itu telah memiliki usaha di bidang F&B yang sudah berkembang. Rigel memulai usahanya dari nol, hingga kini telah berkembang menjadi CV, tentu saja itu semua tidaklah mudah. Pemuda asal Surabaya ini merintis usahanya dari September 2016 bersama teman-temannya. Dia tidak mengira jika usahanya akan berkembang seperti saat ini, apalagi awalnya tidak memiliki basic di bidang tersebut. 


Rigel Dwi yang sedang melayani pembeli (Foto: Intan Mei Purwanti)

Rigel dulunya kuliah di Universitas Brawijaya dan mengambil jurusan Agribisnis. Dari banyaknya pertimbangan dan dukungan dari orang tua serta teman-temannya, pada 2017/2018 akhirnya Rigel berhenti kuliah dan lebih memilih melanjutkan untuk mengembangkan bisnis yang dijalaninya. Hal tersebut diawali dengan hobi yang sama, yaitu suka nongkrong dan ngopi yang berakibat kuliah tidak kunjung lulus, nilai buruk, serta tidak bisa menjadi orang yang lebih baik untuk keluarga. Dari situ mereka mempunyai pemikiran kenapa tidak membuat usaha sendiri, dari tempat nongkrong menjadi tempat yang bisa menghasilkan uang. Akhirnya dipertemukan dengan satu pemikiran yaitu untuk bisa "berkembang". 


Usaha yang sedang digeluti adalah bisnis Food and Beverage (F&B). F&B merupakan bisnis yang banyak peminatnya, apalagi dikalangan anak muda. Usaha mereka yaitu "Warkop Brewok". Outlet pertamanya berada di Jalan Terusan Candi Mendut nomor 37, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Kemudian seiring berjalannya waktu, bisnisnya terus berkembang dan sekarang sudah ada yang di luar kota seperti Jember, Madiun, Tulungagung, dan Kediri. Rencana selanjutnya yaitu akan membuka outlet baru lagi yang berada di beberapa tempat kopi di Kediri, Surabaya, dan Sidoarjo. Selain itu, ada beberapa lini usaha pendukung F&B dari kafe Brewok seperti Brewok packaging, Brewok supply untuk mengkoordinasi bahan baku bagi seluruh lini usaha dari kafe Brewok. 


Salah satu varian kue pancong spesial dengan topping green tea (Foto: Intan Mei Purwanti)

Sesuai dengan namanya, Warkop Brewok menyajikan berbagai macam jenis makanan dan minuman yang beragam mulai dari kopi, susu, kapiten hingga menu yang paling andalan yaitu kue pancong. “Salah satu misi kami adalah ingin menghancurkan statement bahwa warkop hanya untuk laki-laki,” kata Rigel. Nah, misi tersebut diwujudkan dengan adanya sajian kue Pancong tersebut. Alasan kue pancong menjadi kudapan yang tepat bagi outlet tersebut adalah karena kue pancong itu makanan manis dan disukai banyak wanita. Pada saat itu harapannya dapat mendatangkan teman-teman wanita agar datang ke tempat usahanya tersebut, harga menu yang disediakan juga dapat dikatakan ramah di kantong.


Selain itu, mereka juga menyediakan fasilitas-fasilitas lain agar pembeli merasa nyaman saat berada di tempat tersebut, seperti meeting room untuk tempat meeting/berdiskusi, dan yang kecil tapi penting adalah menyediakan no smoking area. Jadi yang tidak merokok dan tidak suka asap rokok dapat masuk ke area situ agar tidak terganggu. 


Potret Intan Mei (kiri) bersama Rigel Dwi (kanan), salah seorang perintis Warkop Brewok (Foto: Intan Mei Purwanti)


Yang namanya usaha pasti banyak hambatannya. Perbedaan visi merupakan hambatan di awal pembuatan bisnis ini karena terdiri dari beberapa kepala yang memiliki visi masing-masing, tetapi hal itu bisa ditangani dengan memberikan jobdesc untuk masing-masing orang yang terlibat di dalam usaha tersebut. Ada yang menjadi sebagai Ketua, HRD, Research and Development (RnD), pengatur keuangan, dan sebagainya. Tujuan pembagian jobdesc bagi setiap orang tersebut agar tidak ada yang merasa sebagai pemilik karena sudah memiliki tanggung jawab masing-masing.


Untuk masalah lainnya seperti finansial, keuangan, dan operasional dapat diatasi dengan membuat SOP, membuat aturan bagaimana operasional ini berjalan sebagaimana mestinya. Menariknya lagi, Rigel berkata, “Menurut kami, usaha yang sehat adalah tidak hanya usaha yang stabil tetapi juga usaha yang tidak memiliki hutang.” Jadi mereka mendirikan usaha tersebut tidak memakai uang pinjaman, melainkan memakai uang seadanya yang mereka miliki kemudian dikumpulkan menjadi satu. 


Nah, dari cerita tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak semua kebiasaan buruk akan berakhir buruk juga, itu semua tergantung pola pikir dan kemauan untuk maju orang di sekitar kita. Jadi bagi kalian khususnya anak muda, kuliah sambil merintis usaha dari kebiasaan yang dilakukan itu bukan suatu hal yang mustahil dilakukan. Kuncinya tidak perlu ragu bergerak untuk merealisasikan ide yang kalian miliki.



Reporter: Intan Mei Purwanti

Editor: Alda Imroatul Istifaiyah


Eksistensi Jatim Park Group di Era Endemi


Suasana pintu masuk di Jatim Park 1 Kota Batu (Foto: Dimas Haryo Bimo Nugroho)


Batu | Berakhirnya Pandemi Covid-19 membawa kabar baik bagi seluruh kalangan begitu pula dengan pemilik destinasi wisata Jatim Park Group (JTP). Pihak Jatim Park Group menyambut dengan antusias kabar baik ini dengan tetap melakukan protokol kesehatan yang semestinya.


Seorang customer service, Dwinda Dewi menyatakan, bahwa era endemi ini membawa peningkatan yang cukup baik bagi kalangan wisatawan.


“Senin (3/10) kemarin, setidaknya sudah ada peningkatan pengunjung di era endemi ini di mana saat pandemi hampir 70% kita kehilangan wisatawan kini sudah menurun menjadi 30% sebelum pandemi dan kita terus berharap jumlah pengunjung akan terus meningkat tiap harinya,” tuturnya.


Menurut Dwinda, peningkatan ini tidak hanya terjadi di Jatim Park 1 namun juga di setiap tempat wisata yang dimiliki Jatim Park Group (JTP) seperti Batu Night Spectacular (BNS), Jatim Park 1, 2, dan 3), Predator Fun Park, Eco Green Park, Museum Angkut, dll. Peningkatan ini sudah dirasakan ketika musim liburan lalu di bulan Mei hingga Juli 2022 ini.


“Sudah banyak pengunjung datang kembali ke Jatim Park, biasanya ketika musim liburan, Hari raya Idul Fitri dan sebelum anak sekolah melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS)/Ujian Akhir Semester (UAS).”

Kondisi area parkir Jatim Park 1 Kota Batu (Foto: Dimas Haryo Bimo Nugroho)


Jumlah pengunjung sudah terlihat dari padatnya jumlah transportasi yang parkir di area Jatim Park 1.


“Biasanya kita sudah tau kalo pengunjung itu ramai atau tidak dari parkiran depan kantor kita, kalau ramai mereka biasanya parkir sampai luar area parkiran Jatim Park 1 yang sudah disediakan,” ujar Dwinda.


Wisatawan menikmati wahana Airborne Shot (Foto: Dimas Haryo Bimo Nugroho)


Tentu saja hal ini membawa kabar baik juga bagi pengunjung karena setelah sekian lama mereka terjebak dalam situasi Pandemi Covid-19 kini mereka dapat kembali berlibur untuk menikmati waktu yang ada serta ini juga menunjukan bahwa Jatim Park Group (JTP) masih tetap eksis walaupun sempat terguncang saat Pandemi Covid-19 lalu.



Reporter: Dimas Haryo Bimo Nugroho
Editor: Alda Imroatul Istifaiyah